*SURABAYA -SEPUTAR HUKUM INDONESIA ID* Pertanyaan pedas itu dilontarkan warga RW 01 Kelurahan Banjarsugihan, Kecamatan Tandes. Puluhan tahun mereka dibiarkan hidup berdampingan dengan pasar angker yang berubah menjadi hutan liar sarang ular berbisa.
Adalah Pasar Manukan Kulon, aset milik Pemerintah Kota Surabaya yang mangkrak lebih dari 30 tahun tanpa kejelasan. Kondisinya kini sangat memprihatinkan, semak belukar setinggi orang dewasa menutupi seluruh bangunan, akar liar menjalar ke permukiman warga.
Akibat pembiaran ini, teror nyata menghantui warga setiap hari. Ular berbisa, biawak, hingga serangga beracun kerap masuk ke dalam rumah, bahkan sampai ke kamar tidur anak-anak dan lansia.
Jeritan warga ini akhirnya direspon oleh komunitas Arek Suroboyo Asli (ARSAS). Ketua Umum ARSAS, Herry Bimantara turun langsung melakukan peninjauan lapangan pada Sabtu (10/10/2026).

“Kami menemukan fakta yang jauh lebih parah dari laporan. Ini sudah darurat keselamatan warga. Pemkot tidak bisa lagi tutup mata. Pasar ini bukan aset, tapi sudah jadi ancaman nyawa,” tegas Herry Bimantara di lokasi.
Herry menyebut, selain ancaman hewan melata, lokasi yang gelap tanpa penerangan dan tanpa pagar itu juga sangat rawan menjadi sarang tindak kriminal dan aktivitas negatif di malam hari.
*ARSAS Desak Tiga Langkah Cepat*
Untuk itu, ARSAS mendesak Wali Kota Eri Cahyadi segera mengambil tiga langkah konkret:
Pertama, menurunkan tim gabungan DLH, Damkar, dan Satpol PP untuk melakukan pembersihan total dan penyisiran sarang ular di perbatasan RW 01 Banjarsugihan dalam minggu ini juga.

Kedua, memasang pagar pengaman dan lampu penerangan jalan umum (PJU) untuk mencegah hewan liar masuk dan menghilangkan kesan angker.
Ketiga, memberikan kepastian revitalisasi aset. Jangan dibiarkan mangkrak lagi. ARSAS mengusulkan agar lahan tersebut dialihfungsikan menjadi fasilitas produktif seperti Sentra Wisata Kuliner, Ruang Terbuka Hijau, atau sarana olahraga pemuda.
“Kami yakin Wali Kota Eri Cahyadi adalah pemimpin yang peduli wong cilik. Jangan biarkan warga Banjarsugihan merasa dianaktirikan. Kami dari ARSAS akan kawal terus sampai pasar ini bersih dan bermanfaat,” pungkasnya.
Penulis isw 89
Sumber ArsasĀ
