BUPATI SIDOARJO AJAK WARGA TETAP GUYUB MENJELANG PILKADES
Seputar hukum Indonesia Sidoarjo, 6 Februari 2026 – Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menghadiri Tabligh Akbar Haflah Akhirussanah di Pondok Pesantren Tarbiyatul Fudlola’ Prambon, Kamis malam (5/2/2026). Acara ini diikuti oleh ratusan santri dan dihadiri oleh Camat Prambon Herry Santoso, jajaran Forkopimka, pengasuh Ponpes Tarbiyatul Fudlola’ KH. Mahfud Abu Bakar, KH. Lukman Syafi’i, KH. Ashud, Rais Syuriah MWC Prambon KH. Nur Kholis, sahabat Ansor, sahabat Banser, serta para alim ulama.
Bupati Subandi menyampaikan apresiasi kepada para santri yang telah menyelesaikan masa studinya di pesantren. “Kepada para santri yang telah menyelesaikan masa studi, saya ucapkan selamat. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Subandi menekankan pentingnya komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan pesantren, agar melahirkan santri yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak dan siap menghadapi tantangan zaman. Ia juga mengajak santri yang masih menempuh pendidikan untuk terus semangat menuntut ilmu.
“Pesantren memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat. Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga pusat penyebaran nilai-nilai Islam yang damai serta turut menjaga harmoni sosial,” katanya.
Subandi juga menanggapi aspirasi pengasuh pondok terkait jalan yang belum berpaving. Ia memastikan Pemkab Sidoarjo akan membantu peningkatan akses jalan tersebut. “Insya Allah, nanti akhir tahun ini akan kita paving sampai belakang pondok,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Subandi mengajak seluruh warga untuk menjaga kekompakan, saling menyapa, dan mempererat kerukunan antarwarga. Ia juga menyampaikan pesan penting menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Mei 2026.
“Ayo tetap guyub rukun dalam keluarga dan masyarakat. Pilihlah calon-calon yang mau membangun desa. Jangan sampai gara-gara beda pilihan, habis itu tidak saling sapa dengan tetangga,” tegasnya.
Jurnalis Sutiawan

