Isu SPPG Dapur Garuda Jaya Abadi Pamekasan,Terkait Menu Biskuit Malkis,Permintaan Pihak Sekolah Bukan Pihak Dapur.
PAMEKASAN, radargpn.com-Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jungcangcang 2 Pamekasan dari dapur Garuda Jaya Abadi beri penjelasan soal kontroversi menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 3 Pamekasan. Isu ini viral di media sosial karena menu pakai biskuit Malkis, yang dinilai publik tak memenuhi standar gizi untuk siswa.
Kepala SPPG Pamekasan Jungcangcang 2, Achmad Maulana, ungkap bahwa pilihan menu Malkis murni atas permintaan sekolah. Sebelumnya, saat disajikan telur, siswa banyak yang tak mau makan. Bahkan, telur-telur itu dilempar atau diinjak-injak.
“Kenapa pakai Malkis bukan telur? Itu berdasarkan permintaan sekolah. Sebelumnya ada komplain telur tak dimakan, malah diinjak dan dilempar,” jelas Achmad Maulana saat dihubungi, rabu (18/2/2026).
Ia tambahkan, tim SPPG sudah bertemu langsung dengan oknum guru yang mengeluh. “Yang kami sayangkan, kenapa isu ini diviralkan lagi? Sekolah sendiri tak mempermasalahkan,” tambahnya.
Sementara itu, mitra SPPG, Renaldi Setiawan Susanto, tekankan pentingnya komunikasi terbuka. “Bagi kami sederhana: monggo tabayyun dan klarifikasi. Dapur kami terbuka 24 jam untuk jelaskan menu apa saja yang disajikan,” ujarnya.
Ahli gizi SPPG, Ika Satria Bela, setuju bahwa Malkis memang tak ideal secara standar gizi. Namun, keputusan ini hasil kesepakatan bersama pihak sekolah. “Secara gizi, Malkis kurang pas. Tapi kalau telur diberi tapi siswa tak makan, manfaat gizinya juga tak masuk ke tubuh mereka,” paparnya.
SPPG berharap polemik ini selesai lewat dialog. Tujuannya, program MBG tetap jalan optimal agar siswa sekolah negeri di Pamekasan dapat pemenuhan gizi yang baik.pungkasnya,(Jazuli)

