Kesigapan Pemkab Sampang, Turun ke Lokasi Berikan Bantuan Pada Dua Warga, BPBD ; Satu Lansia Butuh Pengobatan Intensif
SAMPANG | Seputarhukumindonesia.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang gelar kegiatan penyerahan bantuan kemanusiaan di lokasi Desa Nyiloh, Kecamatan Kedungdung, Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Selasa (13/1/2025), sekira pukul 09.30 WIB.
Paket bantuan yang disalurkan melalui BPBD Sampang itu diterima langsung oleh pihak penerima sebagai bentuk kepedulian Pemkab Sampang terhadap masyarakat kurang mampu yang sangat membutuhkan, dengan di dampingi langsung oleh anggota DPRD Kabupaten Sampang, bersama Kepala Desa Nyiloh.
BPBD Sampang secara sigap turun ke lokasi untuk memberikan bantuan tersebut kepada dua orang yang sudah lanjut usia (lansia), diantaranya yakni Masdhijah (70) dan Patha (59), dan kedua orang tersebut sama-sama berasal dari Dusun Lenteng Barat, Desa Nyiloh, Kecamatan Kedungdung Sampang.
Adapun bantuan paket logistik yang diserahkan, berupa peralatan rumah tangga, peralatan masak dan sembako, yang secara rinci terdiri dari ; kasur 2 buah, matras 2 lembar, terpal 1 lembar, kompor 1 unit, alat masak 1 paket, perlengkapan makan 1 paket, selimut 2 lembar, sembako 2 paket, tambahan gizi 1 dus, serta 2 paket sandang lansia wanita.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sampang melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Mohammad Hozin menyampaikan, bahwa Pemkab Sampang telah hadir di tengah-tengah masyarakat, terutama saat warga dalam kondisi kekurangan atau saat ada permasalahan.
Pemkab Sampang berharap kepada kedua orang tersebut agar paket logistik yang diterima itu bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar bisa sedikit meringankan beban hidupnya.
“Setelah bertemu langsung dengan kedua orang warga lansia bersaudara itu, kondisinya memang sangat memprihatinkan dan sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah dan semua pihak,” ungkap Hozin.
Kondisi tempat tinggal mereka, kata Hozin, keduanya sama-sama singgah di sebuah gubuk reyot dengan penerangan satu lampu listrik yang menumpang ke tetangga.
Sementara itu, segala perabotan rumah tangga nyaris tidak ada, termasuk pula alas tidur.
“Tempat tinggal mereka sangat tidak layak, dengan kondisi yang semakin memprihatinkan,” papar Hozin.
Pria hitam manis ini sangat terenyuh, karena kondisinya juga diperparah dari salah satu lansia yang bernama Masdhijah tampak sedang terbaring lemah karena sakit setelah mengalami jatuh ke sumur, dan harus segera mendapatkan pengobatan secara intensif.
Kejadian tersebut sangat begitu memilukan, dan tak menutup kemungkinan bisa saja terjadi dan menimpa pada warga lainnya.
Hal ini memang dirasa penting serta mendesak untuk bisa secepatnya ditindak lanjuti oleh semua pihak yang peduli, khususnya pemerintah sebagai bagian dari komitmen perwujudan Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui pelayanan dasar di ranah sosial dan kesehatan. (Yan’S)

