SIDOARJO,Seputarhukumindonesia.com – Sebanyak 141 santri dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, dilarikan ke sejumlah rumah sakit pada Selasa (1/9/2026) malam. Mereka diduga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di lingkungan pondok.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah ambulans lalu-lalang keluar-masuk area ponpes, dengan sirine yang terdengar meraung saat membawa para santri yang mengeluhkan mual, pusing, hingga muntah-muntah untuk mendapatkan penanganan medis.
Seorang wali santri, Suci, warga Ngaban, Tanggulangin, mengaku anaknya yang merupakan santriwati kelas IX putri selamat dari kejadian tersebut karena tidak menyantap makanan MBG. “Anak saya kebetulan tidak makan MBG, hanya makan apel. Saya tahu kejadian ini saat mengantar anak mengaji,” ujar Suci.
Menu MBG yang dibagikan pada hari itu terdiri atas nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan buah apel. Menurut Warti, seorang warga yang rumahnya berada di depan pondok, makanan tersebut tiba sekitar pukul 10.00 WIB dan baru dibagikan sekitar pukul 12.00 WIB. “Ada yang langsung dimakan, ada pula yang dimakan sore hari karena masih ada pelajaran,” jelasnya.
Warti menambahkan, para santri biasanya selesai kegiatan dan salat Magrib, namun kali ini sebelum Magrib sudah terdengar kabar santri yang muntah-muntah. “Setelah Magrib, ambulans mulai berdatangan,” ungkapnya.
Para santri yang terdampak saat ini tersebar di beberapa fasilitas kesehatan, di antaranya Klinik Azka Medika, RSUD RT Notopuro, RS Delta Surya, RS Pusura Gelam, RS Siti Hajjar, dan RS Siti Fatimah Tulangan. Hingga berita ini diturunkan, penanganan medis masih berlangsung dan penyebab pasti keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak terkait.
