Video Tangis Penjaga Kursi Pijat di Stasiun Gubeng Viral, Keluarga Klarifikasi Lewat CCTV

 

Surabaya, seputarhukumindonesia– Sebuah video yang memperlihatkan tangis seorang penjaga kursi pijat di Stasiun Surabaya Gubeng pada Senin (2/3) mendadak viral di media sosial. Pria tersebut disebut mengalami trauma setelah dituduh menghilangkan gelang emas milik seorang pelanggan.

Dalam video yang beredar, penjaga yang baru pertama kali bekerja itu tampak menangis tersedu-sedu. Ia merasa tidak bersalah, namun tetap menjadi sasaran tuduhan. Peristiwa ini memicu simpati warganet yang ramai membicarakan kasus tersebut di berbagai platform.

Klarifikasi kemudian muncul di kolom komentar dari pihak keluarga penjaga. Mereka menyampaikan bahwa berdasarkan rekaman CCTV, pelanggan yang menuduh kehilangan gelang sebenarnya hanya mengenakan satu gelang sejak awal, bukan dua seperti yang diklaim. “Dia belum pernah kerja dan itu tempat kerja pertamanya. Sudah dijelaskan kalau dia tidak bersalah, ada bukti CCTV kalau ibunya hanya bawa satu gelang, bukan dua, tapi tetap menuduh,” tulis salah satu akun yang mengaku sebagai keluarga korban.

Keluarga juga menegaskan bahwa tuduhan tersebut sangat memukul mental penjaga kursi pijat yang masih muda dan baru belajar bekerja. Mereka berharap klarifikasi ini bisa meluruskan kesalahpahaman dan mengembalikan nama baik yang sempat tercoreng.

Kasus ini menyorot pentingnya verifikasi fakta sebelum melontarkan tuduhan, terutama di ruang publik. Warganet banyak yang menyuarakan dukungan agar penjaga kursi pijat tersebut mendapat perlindungan dan tidak mengalami trauma berkepanjangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *