SURABAYA,Seputarhukumindonesia.com – Sebuah ledakan tabung gas mengguncang kawasan Jalan Juwingan 72 D, Gubeng, Surabaya, pada Kamis (20/8/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan pemilik rumah, Kholis (51), mengalami luka bakar di sekujur tubuh dan kini harus menjalani perawatan intensif di RSUD Haji Surabaya.
Kejadian berawal saat Kholis hendak memasak air untuk membuat kopi sahur di dapur lantai satu rumahnya. Diduga, tabung gas yang digunakan mengalami kebocoran, sehingga saat kompor dinyalakan, terjadilah ledakan keras.
“Masak air buat kopi mau sahur, (diduga tabung gas) bocor. Masak pakai kompor gas, terus meledak,” ujar Buyung, Ketua RT 06 RW 10 Kelurahan Kertajaya, saat ditemui di lokasi kejadian.
Meski ledakan terdengar sangat keras dan membuat warga sekitar keluar rumah, api berhasil dipadamkan dengan cepat oleh warga dan saudara korban sebelum merambat lebih luas. Kholis pun ditemukan dalam kondisi sadar dan masih mampu berjalan, meskipun tubuhnya mengalami luka bakar.
“Setelah dengar ledakan, warga langsung keluar semua menolong Pak Kholis. Tadi sempat ada api kecil, tapi langsung dipadamkan,” tambah Buyung.
Akibat tekanan ledakan, plafon lantai dua rumah korban ambrol dan materialnya berserakan di dalam kamar. Selain itu, tiga rumah tetangga—milik Khoirul Anam, Hamzah, dan Adi Prasojo—mengalami kerusakan pada bagian kaca depan yang pecah.
Salah satu tetangga korban, Karini, mengaku terbangun oleh suara gemuruh dari lantai dua rumahnya. “Saya lihat plafon rumah saya ambrol, terus ke bawah, kaca depan pecah. Alhamdulillah keluarga saya selamat, hanya Pak Kholis yang luka,” ujarnya.
Tim BPBD Surabaya yang tiba di lokasi segera memberikan bantuan logistik dan kebutuhan darurat, seperti terpal bagi warga yang rumahnya terdampak. Pantauan di lokasi menunjukkan dapur rumah korban tergolong sempit, dan sisa-sisa plafon yang hancur masih tampak berserakan di dalam ruangan. (mza)
