Pendopo Sampang Sudah Tidak Aman,Tas Di Simpan Di Ruang Khusus, Uang Tetap Digondol Maling.

 

SAMPANG, seputarhukumindonesia.com-Sebuah kasus pencurian dilaporkan terjadi di kawasan Pendopo Kabupaten Sampang saat berlangsungnya sebuah acara beberapa waktu lalu, yakni dalam acara gebyar pendidikan yang digelar oleh Cendekiawan Muda Sampang (CMS),pada hari Minggu (17 Mei 2026).Sabtu/23/05/26.

Korban diketahui kehilangan uang jutaan yang disimpan di dalam tas pribadinya ketika kegiatan sedang berlangsung.

Peristiwa tersebut bermula saat korban terlibat sebagai panitia dalam sebuah acara Gebyar Pendidikan yang digelar oleh Cendekiawan Muda Sampang (CMS) di Pendopo Sampang.

Pada saat kegiatan berlangsung, korban menyimpan tas miliknya di ruang khusus peringgitan dalam atau ruang VVIP yang berada di area pendopo. Namun, kondisi acara yang ramai membuat seluruh panitia sibuk menjalankan tugas masing-masing sehingga tidak ada pihak yang secara khusus menjaga barang-barang pribadi para panitia.

Inisial N selaku korban mengatakan bahwa “saya sangat yakin bahwa pelaku pencurian tersebut bukan orang luar atau para tamu undangan, bahkan peserta acara gebyar pendidikan, karna ruang peringgitan dalam itu merupakan ruang khusus yang hanya bisa dimasuki oleh pihak pendopo dan panitia, sementara semua panitia sibuk dengan rangkaian acara,” Ucapnya dengan nada tegas.

“Artinya, pasti pihak Pendopo yang kongkalikong terhadap kejadian ini, sebab ketika ditanyai, jawaban petugas yang satu dengan lainnya tidak sama, sangat mencurigakan, seakan-akan petugas Pendopo saling melindungi dari kejadian pencurian tersebut,” Tambahnya.

Setelah acara selesai, korban pulang ke rumah dan baru menyadari bahwa uang miliknya telah hilang dari dalam tas yang sebelumnya disimpan di ruang tersebut. Korban kemudian menduga uang tersebut telah diambil oleh orang yang tidak dikenal saat acara berlangsung.

Bahkan parahnya lagi, korban merasa dipersulit oleh petugas Pendopo dalam mengusut kejadian tersebut. Informasi yang diberikan petugas seakan rancu.

“Saat saya datangi tempat tersebut, petugas Pendopo mengatakan bahwa CCTV yang ada di ruang khusus tersebut tidak berfungsi. Namun petugas yang lain mengatakan CCTV berfungsi namun pihaknya tidak punya akses untuk melihatnya. Dari sini saja sudah mencurigakan,” Tuturnya.

Revelino Dias Steny Kabag umum selaku Penanggung Jawab Pendopo Bupati Sampang ketika dimintai keterangan mengatakan bahwa pihaknya belum bisa turun tangan karena masih ada di Jakarta selama 1 Minggu dan meminta korban untuk ke Dinas Perhubungan, berharap disana ada akses rekaman CCTV walaupun tidak terlalu terkonek tapi ada petugasnya yang bisa mengakses.

Kejadian ini menjadi perhatian karena lokasi penyimpanan barang berada di ruang yang dianggap aman dan terbatas. Korban berharap pelaku segera ditemukan dan kejadian serupa tidak kembali terulang. Masyarakat juga diimbau untuk tetap berhati-hati dan tidak meninggalkan barang berharga tanpa pengawasan meskipun berada di tempat yang dianggap aman.

“Saya sangat kecewa, kejadian pencurian tersebut bisa terjadi di lingkup pemerintahan yang harusnya menjadi tempat aman untuk masyarakat, bahkan dalam pengusutan sangat dipersulit seakan-akan petugas Pendopo tidak mau tau terkait hal tersebut, atau bahkan saling melindungi pelaku? Ntah itu masih menjadi hal yang terus dicurigai, Kabag umumnya pun seakan-akan tidak tegas menanggapi kasus pencurian tersebut,” Pungkasnya.(Jazuli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *